Lewati ke konten
Iklan
Iklan header
Iklan
Iklan kiri
Iklan
Iklan kanan

Kubar Kenang Jasa Pahlawan Lewat Khidmatnya Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bagikan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (Istimewa)

 

Baca Juga: Saat Patriotisme Bertemu Tradisi, Hangatnya Penyambutan Adat Dayak untuk Ketua Umum GBN-MI di Kutai Barat.

 

Iklan
Iklan dalam artikel

 

 

 

LENSAKUBAR. COM, SENDAWAR-

Di tengah deru kemajuan zaman yang bergerak begitu cepat, waktu seolah melambat di jantung Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kamis pagi yang cerah, 1 Oktober 2026, Alun-Alun Itho di Sendawar berubah menjadi ruang permenungan kolektif. Ratusan pasang mata menunduk dalam, menyatukan niat untuk mengenang kembali tetes keringat, air mata, dan darah para pahlawan bangsa yang telah merajut keutuhan Nusantara.

​Suasana khidmat langsung terasa begitu rangkaian upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dimulai. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani memimpin jalannya barisan dengan penuh wibawa. Di belakangnya, berdiri tegak barisan solid dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran TNI, hingga Polri, menyatu dalam balutan semangat nasionalisme yang tak pernah luntur.

​​Puncak kekhidmatan tersaji tatkala aba-aba mengheningkan cipta dikumandangkan. Dalam kesunyian yang merayap di atas hamparan rumput Alun-Alun Itho, gemuruh angin pagi Sendawar seolah berbisik membawa ingatan kembali ke masa-masa perjuangan para pendahulu.

​”Momen mengheningkan cipta selalu menjadi titik emosional yang paling dalam. Ini bukan sekadar mengheningkan diri, melainkan pengingat keras bahwa kenyamanan dan kedamaian yang kita nikmati di Kubar hari ini lahir dari pengorbanan tanpa pamrih masa lalu,” ungkap salah satu peserta upacara dengan nada bergetar.

​Bagi masyarakat Kutai Barat, upacara ini jauh dari kesan rutinitas seremonial belaka. Ia menjelma menjadi sebuah ritual kebangsaan yang menyadarkan setiap insan tentang mahalnya harga sebuah persatuan.

​Ketegasan sikap Pemkab Kubar tergambar jelas melalui prosesi pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Di tengah gelombang modernitas dan tantangan zaman yang kian kompleks, ikrar tersebut menggema lantang—menegaskan kembali komitmen bahwa ideologi bangsa bukanlah sekadar pajangan sejarah.

​Lebih dari itu, Pancasila dihidupkan kembali sebagai jangkar moral. Jangkar yang memastikan kapal besar bernama Kutai Barat tetap kokoh, tidak goyah dihempas badai perbedaan, serta terus berlayar di atas fondasi semangat kebersamaan dan gotong royong.

​Dari Sendawar, pesan itu bersemi kembali: bahwa menjaga Indonesia—dan merawat Kutai Barat—adalah tugas abadi yang menuntut ketulusan hati, persis seperti apa yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa.

 

Iklan
Iklan setelah artikel

Tinggalkan komentar