Lewati ke konten
Iklan
Iklan header
Iklan
Iklan kiri
Iklan
Iklan kanan

Saat Patriotisme Bertemu Tradisi, Hangatnya Penyambutan Adat Dayak untuk Ketua Umum GBN-MI di Kutai Barat.

Bagikan
Penyambutan Dewan Pengurus Nasional Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia. (Ist)
LENSAKUBAR.COM,SENDAWAR-

Dentuman gendang dan alunan musik khas Dayak membahana di sepanjang Jalan Gajahmada, Barong Tongkok. Langkah-langkah kaki para penari bergerak gemulai namun tegas, menghentak bumi Sendawar dengan penuh penghormatan. Kamis (1/10/2026) siang itu, Sekretariat DPK Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kutai Barat berubah menjadi panggung kebudayaan yang hidup dan berdenyut.

Di tengah riuhnya prosesi adat tersebut, berdiri Laksma (Purn) M. Faisal. Mantan perwira tinggi TNI yang kini menjabat sebagai Ketua Umum DPN GBN-MI itu tampak takjub. Perjalanan panjang dan melelahkan melintasi daratan Kalimantan seketika terbayar lunas. Peluh dan kelelahan fisik luntur digantikan rasa kehangatan dari warga lokal yang memuliakannya sebagai tamu agung.

Baca Juga: Kubar Kenang Jasa Pahlawan Lewat Khidmatnya Upacara Hari Kesaktian Pancasila


Bagi Faisal dan rombongan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) serta Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) GBN-MI, sambutan ini bukan sekadar seremoni formalitas jelang pelantikan pengurus kabupaten. Ini adalah perjumpaan batin antara nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal yang telah mengakar selama ratusan tahun. “Kita tetap dan terus semangat demi bela negara!” seru Laksma (Purn) M. Faisal dengan suara lantang penuh getaran motivasi, menyerap energi positif dari tradisi masyarakat Sendawar.

Iklan
Iklan dalam artikel

Di sisi lain, Ketua DPK GBN-MI Kutai Barat, Rusmandiansyah, menyaksikan momen tersebut dengan rasa haru yang membuncah. Kehadiran pucuk pimpinan nasional di Bumi Tana Purai Ngeriman membuktikan bahwa daerah terdepan seperti Kutai Barat memiliki posisi penting dalam peta bela negara Indonesia.

“Suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran Ketua Umum dan Ketua DPP di Kutai Barat. Penyambutan secara adat ini adalah wujud kearifan lokal yang selalu kami jaga untuk memuliakan setiap tamu agung yang hadir,” ujar Rusmandiansyah dengan mata berbinar.

Pemandangan hari itu menegaskan sebuah pesan tersirat: membela negara di tanah Kutai Barat tidak dilakukan dengan mengikis identitas lokal, melainkan justru merawatnya. Tradisi leluhur dan jiwa patriotisme menyatu menjadi fondasi yang kokoh.

Menjelang momen krusial pelantikan pengurus DPK GBN-MI Kutai Barat pada Jumat (2/10/2026), gemuruh tarian Dayak di Barong Tongkok menjadi saksi awal dari babak baru. Di Bumi Tana Purai Ngeriman, cinta tanah air kini bergaung kencang, berakar kuat pada budaya, dan siap berlayar menjaga kedaulatan bangsa.# AR.

  • Penulis: ARDANDY
  • Editor: REDAKSI
  • Sumber: LENSAKUBAR.COM
Iklan
Iklan setelah artikel

Tinggalkan komentar